Buat Diri Aku yang Kadang Overthinking, Tapi Berusaha untuk Tenang dan Tidak Tantrum
Buat Diri Aku yang Kadang Overthinking, Tapi Berusaha untuk Tenang dan Tidak Tantrum
Hai, diri sendiri.
Aku tahu ada hari-hari di mana pikiranku terlalu bising, terlalu penuh dengan ketakutan yang bahkan belum tentu terjadi. Aku sering merasa cemas tentang hal-hal yang di luar kendali, memikirkan berbagai kemungkinan terburuk, dan akhirnya menyiksa diri sendiri dengan skenario yang belum tentu nyata.
Kadang, aku ingin marah. Aku ingin mengungkapkan segalanya, ingin berteriak agar dunia tahu bahwa ada yang terasa berat di dalam kepala ini. Tapi aku memilih untuk diam, menarik napas dalam-dalam, berusaha menenangkan diri sendiri, meski di dalam hati aku ingin meledak.
Overthinking Itu Melelahkan, Tapi Aku Berusaha Mengendalikannya
Aku sadar bahwa overthinking tidak akan mengubah apa pun. Tidak akan menghapus ketakutan, tidak akan menghilangkan masalah, justru sering kali memperburuk keadaan. Aku tahu itu. Tapi tetap saja, terkadang aku terjebak dalam lingkarannya, seolah-olah pikiranku memiliki kendali lebih besar daripada hatiku.
Namun, aku juga tahu bahwa aku tidak bisa terus seperti ini. Aku harus belajar menerima bahwa tidak semua hal bisa aku kendalikan. Tidak semua orang bisa selalu aku pahami. Tidak semua keadaan harus berjalan sesuai ekspektasiku. Dan itu tidak apa-apa.
Belajar Tenang Meski Pikiran Sedang Kacau
Aku sedang belajar. Belajar untuk tidak membiarkan pikiranku yang berantakan merusak perasaanku. Belajar untuk tidak langsung bereaksi saat hati sedang panas. Belajar untuk menahan diri dari ledakan emosi yang nantinya hanya akan membuatku menyesal.
Aku tahu ini tidak mudah, tapi aku bangga pada diriku sendiri. Setiap kali aku berhasil menenangkan diri, setiap kali aku memilih untuk berpikir jernih alih-alih meledak, itu adalah kemenangan kecil yang patut aku rayakan.
Untuk Aku yang Sedang Berusaha, Terima Kasih Sudah Bertahan
Jika suatu hari aku kembali overthinking, jika suatu saat aku merasa semuanya terasa berat lagi, aku ingin mengingatkan diriku sendiri:
Tidak apa-apa merasa cemas, tapi jangan biarkan kecemasan itu mengendalikan segalanya.
Tidak semua hal perlu dicari jawabannya saat itu juga. Kadang, waktu yang akan menjelaskan segalanya.
Aku lebih kuat dari pikiranku sendiri. Aku bisa memilih untuk tidak larut dalam ketakutan yang belum tentu nyata.
Aku berhak untuk tenang. Aku berhak untuk merasa damai, bahkan jika pikiranku mencoba berkata sebaliknya.
Jadi, buat diri aku yang kadang overthinking tapi tetap berusaha tenang, terima kasih sudah bertahan. Aku bangga padamu. Aku tahu kamu lelah, tapi kamu tetap mencoba. Dan itu sudah lebih dari cukup.
Komentar
Posting Komentar